7/15/2013

Bau Mulut (Halitosis) dan Cara Penanganannya


Pengertian Bau Mulut (Halitosis)

Menurut istilah kedokteran Bau Mulut adalah “fetor ex ore”, dalam bahasa Indonesia dan dalam
Bau Mulut (Halitosis) dan Cara Penanganannya
bahasa Inggris dikenal sebagai Halitose (Halitus=Bau, osis=Abnormal). Halitosis merupakan suatu keadaan dimana terciumnya bau mulut pada saat seseorang mengeluarkan nafas (biasanya tercium saat berbicara). Bau mulut disebabkan dari mulut kering, stress, berpuasa, makanan yang berbau khas dan metabolisme lainnya.
Beberapa penelitian telah di lakukan untuk mengetahui bakteri-bakteri spesifik penyebab bau mulut tersebut. Di dalam mulut normal diperkirakan rata-rata terdapat sekitar 400 macam bakteri dengan berbagai tipe. Meskipun penyebab bau mulut belum diketahui dengan jelas, kebanyakan dari bau tersebut berasal dari sisa makanan di dalam mulut. Masalah akan muncul bila sebagian bakteri berkembang biak atau bahkan bermutasi secara besar-besaran. Kebanyakan dari bakteri ini bermukim di leher gigi bersatu dengan plak dan karang gigi, juga di balik lidah karena daerah tersebut merupakan daerah yang aman dari kegiatan mulut sehari-hari. Bakteri tersebut memproduksi toxin atau racun, dengan cara menguraikan sisa makanan dan sel-sel mati yang terdapat di dalam mulut. Racun inilah yang menyebabkan bau mulut pada saat bernafas karena hasil metabolisme proses anaerob pada saat penguraian sisa makanan tersebut menghasilkan senyawa sulfide dan ammonia.
Sadar atau tidak,setiap orang pasti pernah mengalami masalah Halitosis. Bau mulut hampir selalu disebabkan oleh masalah pada mulut,akan sangat membantu jika kita mengunjungi dokter gigi untuk memastikan penyebab nya kemudian dicari solusinya. Sejumlah orang merasa sangat bermasalah dengan bau mulut,sehingga dapat ,menyebabkan rasa tidak percaya diri lantas menangani bau mulut sendiri padahal bisa jadi malah memperburuk keadaan.

Klasifikasi Bau mulut

Klasifikasi Halitosis
Berdasarkan faktor etiologinya, halitosis dibedakan atasa halitosis sejati,(genuine) pseudohalitosis dan halitophobia. Halitosis sejati dibedakan lagi atas fisiologis dan patologis . Halitosis fisiologis merupakan bersifat sementara dan tidak membutuhkan perawatan, sebaliknya halitosis patologis merupakan  halitosis bersifat permanen dan tidak dapat diatasi hanya dengan pemeliharaan oral hygiene saja , tetapi membutuhkan suatu penanganan dan perawatan sesuai dengan sumber penyebab halitosis.


  1. Genuine Halitosis (halitosis sejati)

Halitosis Fisiologis
Halitosis fisiologis merupakan halitosis yang bersifat sementara dan tidak membutuhkan perawatan. Pada halitosis tipe ini tidak ditemukan adanya kondisi patologis yang menyebabkan halitosis. Contohnya adalah morning breath, yaitu bau nafas pada waktu bangun pagi. Keadaan ini disebabkan tidak aktifnya otot pipi dan lidah serta berkurangnya aliran saliva selama tidur. Bau nafas ini dapat diatasi dengan merangsang aliran saliva dan menyingkirkan sisa makanan di dalam mulut dengan mengunyah, menyikat gigi atau berkumur.

Halitosis Patologis
Hali tosis patologis merupakan halitosis yang bersifat permanen dan tidak dapat diatasi hanya dengan pemeliharaan oral higiene saja, tetapi membutuhkan suatu penanganan dan perawatan sesuai dengan sumber penyebab halitosis. Adanya pertumbuhan bakteri yang dikaitkan dengan kondisi oral higiene yang buruk merupakan penyebab halitosis patologis intraoral yang paling sering dijumpai. Tongue coating, karies dan penyakit periodontal merupakan penyebab utama halitosis berkaitan dengan kondisi tersebut.Infeksi kronis pada rongga nasal dan sinus paranasal, infeksi tonsil(tonsilhlith), gangguan pencernaan, tukak lambung juga dapat menghasilkan gas berbau. Selain itu, penyakit sistemik seperti diabetes ketoasidosir, gagal ginjal, dan gangguan hati juga dapat menimbulkan bau nafas yang khas. Penderita diabetes ketoasidosis mengeluartan nafas berbau aseton. Udara pernafasan pada penderita kerusakan ginjal berbau amonia dan disertai dengan keluhan dysgeusi, sedangkan pada penderita gangguan hati dan kantung empedu seperti sirosis hepatis akan tercium bau nafas yang khas, dikenal dengan istilah foetor hepaticus.

2.    Pseudo Halitosis (Halitosis Semu)
Pada kondisi ini, pasien merasakan dirinya memilki bau nafas yang buruk, namun hal ini tidak dirasakan oleh orang lain disekitarnya ataupun tidak dapat terdeteksi dengan tes ilmiah. Oleh karena tidak ada masalah pernapasan yang nyata, maka perawatan yang perlu diberikan pada pasien berupa konseling untuk memperbaiki kesalahan konsep yang ada (menggunakan dukungan literature, pendidikan dan penjelasan hasil pemeriksaan) dan mengingatkan perawatan oral hygiene yang sederhana.

3.    Halitophobia
Pada kondisi ini, walaupun telah berhasil mengikuti perawatan genuine halitosis maupun telah mendapat konseling pada kasus pseudo halitosis, pasien masih kuatir dan terganggu oleh adanya halitosis. Padahal setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti baik kesehatan gigi dan mulut maupun kesehatan umumnya ternyata baik dan tidak ditemukan suatu kelainan yang berhubungan dengan halitosis, begitu pula dengan tes ilmiah yang ada tidak menunjukkan hasil bahwa orang tersebut menderita halitosis. Pasien juga dapat menutup diri dari pergaulan sosial, sangat sensitif terhadap komentar dan tingkah laku orang lain. Maka dari itu, diperlukan pendekatan psikologis untuk mengatasi masalah kejiwaan yang melatar belakangi keluhan ini yang biasanya dapat dilakukan oleh seorang ahli seperti psikiater ataupun psikolog.

Penyebab Halitosis

Bau mulut (Halitosis) dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor fisiologis dan patologis.

1.    Faktor fisiologis terdiri dari :
a.    Kurangnya aliran ludah selama tidur
Air liur sangat penting untuk menjaga kesegaran nafas.  Pengeluaran air liur akan berkurang ketika tidur, hal ini menyebabkan mulut kering dan menimbulkan bau mulut.
b.    Makanan
Bau mulut dapat terjadi karena pengaruh makanan. Beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan bau mulut (Halitosis), diantaranya adalah makanan yang mengandung sulfur seperti bawang putih, kubis, brokoli serta makanan yang berbau khas seperti petai, jengkol, dan durian .
c.    Minuman atau alkohol
Alkohol dapat mengurangi produksi air ludah sehingga mengiritasi jaringan mulut yang akhirnya semakin memperparah bau mulut.
d.    Kebiasaan merokok
Merokok dapat memperburuk status kebersihan gigi dan mulut sehingga bisa memicu terjadinya radang gusi dan dapat berakibat terjadinya bau mulut (Soemantri, 2008).
e.    Menstruasi
Wanita dalam masa haid (menstruasi) dapat mengalami bau mulut (halitosis) disebabkan karena sekresi air ludah dalam mulut berkurang sebagai akibat kekacauan endokrin yang pada kenyataannya menguntungkan pertumbuhan kuman anaerob, sehingga halitosis sudah pasti akan terjadi

2.    Faktor patologis terdiri dari :
a.    Oral hygiene buruk
Kebersihan mulut yang tidak baik dapat menyebabkan terjadinya halitosis, misalnya karena sisa-sisa makanan yang menempel dan sulit dibersihkan terutama pada gigi berbehel.
b.    Plak
Plak adalah suatu deposit lunak yang terdiri atas kumpulan bakteri yang berkembangbiak diatas suatu matrik yang terbentuk dan melekat erat pada permukaan gigi apabila seseorang mengabaikan kebersihan gigi dan mulutnya.
c.    Karies
Karies gigi adalah suatu penyakit yang merupakan interaksi dari 4 faktor yaitu:Host (penjamu), Agent (penyebab), Enviorenment (lingkungan) dan Time (waktu) yang menghasilkan kerusakan pada jaringan keras gigi yang tidak bisa pulih kembali yaitu email, dentin dan sementum.
Gigi yang terserang karies (rusak atau berlubang) dapat menjadi salah satu sumber bau mulut. Lubang pada gigi tersebut dapat menjadi penyimpanan makanan yang menjadi tempat kuman memperoleh media untuk proses makanan serta menjadi tempat kuman memperoleh media untuk proses pembusukan dan berkembangbiak. Bau dari gigi berlubang secara langsung dapat dirasakan sendiri oleh individu yang bersangkutan.

Lima strategi umum yang merupakan kunci dalam mencegah terjadinya karies gigi :

  • Menjaga kebersihan mulutKebersihan mulut yang baik mencakup gosok gigi setelah sarapan dan sebelum tidur malam serta membersihkan plak dengan benang gigi (flossing) setiap hari.
  • MakananSemua karbohidrat dapat menyebabkan kerusakan gigi, tetapi yang paling jahat adalah gula. Gula sederhana termasuk gula meja (sukrosa), gula didalam madu (levulosa dan dekstrosa), buah-buahan (fruktosa) dan susu (laktosa) memiliki efek yang sama terhadap gigi.
  • FluorFluor menyebabkan gigi terutama email tahan terhadap asam yang menyebabkan terbentuknya karies. Efektif mengkonsumsi fluor pada saat gigi sedang tumbuh dan mengeras yaitu sampai usia 11 tahun.
  • PenambalanPenambalan dapat digunakan untuk melindungi lekukan pada gigi belakang yang sulit dijangkau.
  • Terapi antibakteriOrang-orang yang cenderung menderita karies gigi perlu diberikan terapi antibakteri. Daerah yang rusak dibuang dan semua lubang di tambal serta lekukan ditambal maka diberikan obat kumur yang kuat (chlorhexidine) selama beberapa minggu untuk membunuh bakteri didalam plak yang tersisa.

d.    Bakteri
Bakteri adalah penyebab utama Halitosis. Bakteri ini hidup dan berkembangbiak di dalam mulut dengan memakan sisa protein makanan yang melekat di celah gigi dan gusi.
Bakteri dalam ludah bukan karena kuman tersebut ikut diproduksi bersama ludah dalam kelenjar ludah, tetapi oleh karena mulut selalu berhubungan dengan udara terbuka maka memudahkan masuknya berbagai kuman dari udara luar tersebut. Kuman di dalam mulut yang terbanyak adalah berada didalam plak. Kuman plak terdapat 100 kali lebih banyak dibanding yang ada dalam ludah.
e.    Gingivitis
Gingivitis adalah awal penyakit gusi akibat kuman yang berada dalam plak ditandai dengan gusi merah, bengkak dan berdarah. Gingivitis adalah peradangan pada gingiva yang menunjukkan adanya tanda-tanda penyakit/kelainan pada gingiva. Gingivitis disebabkan oleh plak dan di percepat dengan adanya faktor-faktor iritasi lokal dan sistemik
4) Rongga hidung dan sinus, baik oleh benda asing yang tertinggal di dalam maupun dari infeksi yang menghasilkan nanah. Jika infeksi dalam sinus, pernanahan dalam sinus bisa berkepanjangan, bau yang dihasilkan sebenarnya dari rongga hidung tapi bisa terkesan dari mulut. Dibutuhkan antibiotika jangka panjang, atau irigasi sinus sampai bersih.

f.     Tonsil (amandel)
Ada 2 tipe bau asal tonsil: @ infeksi tonsil, bau busuk; dikelola dengan antibiotika dan kumur kerongkongan dengan air garam. @ endapan di dalam celah (cekungan kecil) pada permukaan tonsil, serupa pengapuran; baunya tajam. Dikelola dengan kumur kerongkongan dengan air sirih disusul dengan air garam, dengan harapan dapat menyebabkan pengerutan mukosa tonsil dan mendesak endapan itu keluar, yang akan dibasuh air garam. Jika tak berhasil terpaksa harus dilakukan evakuasi (endapan dicungkil keluar dengan sonde). Sering bau dari endapan tonsil ini menjengkelkan karena berkali-kali timbul, sulit dikelola tuntas, dan baunya yang tajam dan khas itu bisa sampai menimbulkan rasa rendah diri. Dalam kondisi begini perlu pertimbangan pengambilan tonsil, terutama jika ada pembengkakan.

g.    Esofagus (kerongkongan) dan lambung (maag)

Seharusnya antara esophagus dan maag ada klep yang mencegah asam lambung naik, tapi beberapa kasus ada kebocoran misalnya pada kasus hernia, atau fungsi klep terganggu misalnya pada kasus stres yang berkepanjangan atau adanya kelainan esophagus misalnya adanya kantong yang menahan sebagian makanan sebelum masuk lambung. Bau nafas menjadi nyata pada orang yang berpuasa atau beberapa jam tidak makan/minum karena asam lambung yang tidak teralirkan ke dalam usus. Pada kasus begini bau hilang ketika makan dan minum walau dalam porsi kecil saja. Bau petai dan bawang disebabkan karena sebagian hasil metabolismenya disekresi lewat air liur sehingga hanya bisa hilang dengan makan mentimun, yang sama-sama disekresi air liur sehingga bisa membantu menetralkan. Hanya saja mentimun harus segera dimakan (bersamaan) dengan petai dan bawangnya.
Kedelai dan produk kedelai (tahu, tempe) hasil metabolismenya juga bisa menimbulkan bau jika orang tidak mempunyai ensim pemecah kedelai, seperti halnya susu dan keju pada mereka yang tidak cukup ensim pemecah susu.

h.    Bau karena penyakit umum


  • gangguan hati
  • infeksi jalan nafas/paru, terutama pada kasus bronki-ektasis
  • gangguan ginjal
  • diabetes
  • kanker
  • gangguan penyakit lain berbagai jenis penyakit. Penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan bau mulut antara lain: a) gingivitis ulseratif nekrotisasi akut, b) mukositis ulseratif nekrotisasi akut, c) penyumbatan usus, d) infeksi tenggorokan, e) sinusitis.

Penanganan Bau Mulut

Penggunaan penyegar nafas, permen karet dan obat kumur, biasanya bersifat asimptomatis dan sangat terbatas kerjanya hanya sementara saja, pada saat efek dari penyegar nafas hilang bau mulut akan kembali tercium.
Pencegahan dan Perawatan Halitosis
Penanganan halitosis tergantung pada faktor penyebabnya, yang penting dokter gigi dapat membedakan penyebab bau mulut sebagai kelainan di dalam atau di luar mulut. Umumnya halitosis bisa dikurangi atau dihilangkan sama sekali dengan menjaga kebersihan mulut seperti menyikat gigi, menggunakan benang gigi, membersihkan lidah, menggunakan obat kumur (lebih dianjurkan dengan air garam) dan diet sehat, namun kadang-kadang diperlukan penangganan oleh tenaga profesional untuk melakukan rujukan. Untuk dapat mengatasi halitosis secara efektif, diperlukan pemeriksaan secara menyeluruh dan diagnosa yang tepat.
Tindakan pencegahan dan perawatan pada halitosis antara lain,

Menyikat Gigi
Sebaiknya gigi disikat dua kali sehari. Gigi disikat dengan bulu sikat yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Hindarkan pemakaian bulu sikat yang kasar karena bulu sikat yang kasar dapat menyebabkan resesi gingiva.Penyikatan gigi sebaiknya menggunakan pasta gigi yang mengandung fluor untuk mencegah karies gigi sekaligus.

Menggunakan Benang Gigi ( Dental Floss )
Benang gigi (dental floss) digunakan untuk membersihkan celah gigi yang sempit yang tidak dapat dicapai dengan sikat gigi. Hal ini dilakukan dengan cara memotong benang kira-kira sepanjang 40 cm, kemudian diputarkan di kedua jari tengah kanan dan kiri. Benang dimasukkan ke celah diantara gigi dan ditahan dengan ibu jari agar kuat dan tidak lepas ketika dilakukan gerakan seperti menggergaji. Tindakan ini sebaiknya dilakukan satu kali sehari, namun bila memungkinkan dilakukan dua kali sehari. Setelah tahap ini diperbolehkan kumur sampai bersih atau dibilas dengan air.

Membersihkan Lidah
Permukaan lidah dibersihkan dengan cara menyikat lidah dua kali sehari menggunakan sikat gigi atau alat khusus pembersih lidah (tongue scrapper). Permukaan lidah disikat dengan lembut dan perlahan agar lidah tidak luka. Sambil lidah dijulurkan ke depan, tempatkan tongue scrapper sejauh mungkin ke belakang lidah, selama masih tahan, sambil ditarik ke depan dan ke bawah dengan tekanan ringan. Gunakan kain/kertas tissue bersih atau air mengalir untuk membersihkan tongue scrapper. Ulangi prosedur ini 2-4 kali sampai seluruh permukaan dibersihkan.

Penggunaan Obat Kumur
Obat kumur digunakan paling sedikit sekali sehari. Waktu yang paling tepat menggunakan obat kumur adalah sebelum tidur karena obat kumur memberikan efek antibakteri selama tidur saat aktivitas bakteri penyebab bau mulut meningkat. Obat kumur yang mengandung alkohol dapat mengakibatkan mulut kering dan apabila digunakan dalam waktu lama dapat menyebabkan mukosa mulut terkelupas. Oleh karena itu, sebaiknya menggunakan obat kumur non-alkohol seperti yang mengandung sodium sakarin. Penggunaan tidak perlu terlalu berlebihan, kurang lebih 10-15 ml sudah cukup untuk membasahi seluruh permukaan mulut. Kumur sekurang-kurangnya 1-2 menit. Jangan kumur langsung dari botol, karena apabila tersentuh ludah, bahan akan terkontaminasi, sehingga bahan aktif selebihnya di dalam botol dapat menjadi rusak, akibatnya tidak berguna lagi untuk pemakaian selanjutnya. Atau kumur larutan garam fisiologis, atau yang mengandung minyak esensial untuk membantu melindungi selaput lendir mulut sehingga tidak mudah kering. Jika dikehendaki antiseptik pakai yang mengandung zinc dan chlorhexidine.

Diet Sehat

  1. Banyak makan sayuran
  2. Mengurangi konsumsi makanan dengan protein tinggi. 
  3. Kunyahlah permen bebas gula (non-kariogenik) khususnya apabila mulut terasa kering.
  4. Banyak minum air dalam sehari.
  5. Hindari makanan yang berbau menyengat seperti bawang merah,petai,jengkol,dll
  6. Menghindari konsumsi alkohol, rokok, obat-obatan yang dapat menurunkan aliran saliva.
  7. Baru-baru ini, penelitian di Jepang melaporkan bahwa yogurt tanpa gula dapat mengurangi senyawa penyebab halitosis. Hal ini dibuktikan dengan dijumpai penurunan level senyawa hidrogen sulfida sampai 80% setelah mengkonsumsi 90 gram yogurt setiap hari selama 6 minggu. Selain itu, hasil penelitian di Amerika menunjukan bahwa polifenol (seperti catechin dan theaflavin), senyawa yang terkandung dalam teh juga dapat menghambat pertumbuhan bakkteri penyebab halitosis. Catechin terkandung dalam teh hijau maupun teh hitam sedangkantheaflavin lebih dominan pada teh hitam.

Kujungan dokter gigi
Kunjungi dokter gigi secara teratur,misalnya setiap 6 bulan sekali.

Penanganan Oleh Tenaga Profesional
Apabila karies, penyakit periodontal atau infeksi mulut lainnya yang menyebabkan timbulnya halitosis, maka diperlukan penanganan khusus oleh tenaga profesional, misalnya melakukan penambalan, skeling atau tindakan penyerutan akar gigi (root planning). Selain itu, dokter gigi akan mencabut sisa akar bila radiks atau akar gigi yang menyebabkan timbulnya halitosis.

Rujukan
Jika kecurigaan penyebab di dalam mulut sudah diatasi, tetapi halitosis masih ada, maka perlu diwaspadai kemungkinan adanya penyakit yang tidak berkaitan dengan masalah gigi dan mulut seperti penyakit sistemik. Dalam hal ini, dokter gigi akan merujuk pasien ke dokter spesialis untuk menanganinya.

Bagaimana cara mendeteksi bau mulut?

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki masalah bau mulut atau dalam dunia medis dikenal dengan halitosis. Wajar memang jika orang tidak menyadari punya masalah bau mulut, karena otak terbiasa dengan aroma pribadi sehingga otak mengira bau sehari-hari adalah bau yang wajar. Sebenarnya ada cara mudah untuk mendeteksi bau mulut. Agar bisa terdeteksi sejak awal Anda mendeteksi bau mulut sendiri dengan cara sebagai berikut:


  • Cek lidahMulailah dengan mengecek lidah. Bila lidah berwarna pink atau merah muda dan mengkilap, berarti menunjukkan napas Anda segar. "Namun bila lidah berwarna putih dan bersisik, maka itu pertanda bau mulut," jelas Dr Harold Katz, seorang bakteriologi dan pendiri California Breath Clinic.
  • Jilat punggung tangan : "Mencium napas sendiri di tangan bukan cara terbaik untuk memeriksa halitosis," kata Dr Katz. Menurutnya, cara terbaik adalah dengan menjilat punggung tangan atau mengusapkan sendok pada lidah, biarkan kering selama beberapa detik dan kemudian cium permukaannya. Bila berbau tak sedap, maka Anda mengalami halitosis. Dr Katz menjelaskan, bau mulut memang identik dengan kondisi kesehatan gigi yang buruk. Namun bukan berarti orang yang dengan kondisi gigi baik, tidak berlubang, tidak bisa mengalami halitosis.
  • Tanya sahabat yang mengasihi anda sehingga berani berterus terang apakah anda mengidap bau mulut atau tidak.

Biar bagaimanapun, mengetahui sejak dini serta menangani halitosis dengan tepat lebih baik daripada cuek pada kondisi diri sehingga menyebabkan orang lain tidak nyaman serta menyababkan percaya diri kita kurang. Mendatangi dokter gigi jauh lebih disarankan karna selain dapat tertangani ledengan tepat juga secara menyeluruh. 



6/11/2013

Cerita HOAX Tentang Infestasi Larva Payudara Dari Pakaian Dalam dan Susan McKinlev

 HOAX Payudara Larva Infestation Dari Pakaian Dalam

Lagi-lagi ada broadcast yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya masuk ke bbm saya. Dan setelah mencari info ternyata saya tahu bahwa pesan itu hanya HOAX belaka.

Pesan yang mencakup gambar yang menggambarkan ruam yang tidak biasa pada payudara wanita, mengklaim bahwa ruam memendam larva hidup yang makan jaringan dan saluran susu.

Sebelumnya saya tampilkan isi broadcast tersebut

Cuci Bra ANDA Sebelum Memakai Pakaian Yang Baru Dibeli

Jangan melihat gambar setelah makan sesuatu, ini benar-benar memuakkan, tapi itu adalah peringatan besar!!!!!

======= BACA INI SEBELUM MELIHAT GAMBAR ========

Setelah Susan McKinley antropolog kembali pulang dari ekspedisi di Amerika Selatan, ia melihat ruam yang sangat aneh di payudara kirinya.

Tak ada yang tahu apa itu dan ia mengabaikannya dengan percaya bahwa ruam akan hilang seiring waktu.
Sekembalinya dia memutuskan untuk menemui dokter setelah dia merasa sakit yang bertambah. Dokter, tidak mengetahui penyakit apa itu, memberinya antibiotik dan krim khusus. Seiring waktu, sakitnya tidak berkurang dan payudara kirinya menjadi lebih meradang dan mulai berdarah.

Dia memutuskan untuk membalut luka-lukanya, namun nyeri Susan bertambah, ia memutuskan untuk mencari bantuan dari dokter yang lebih bersertifikat. Dr Lynch tidak bisa mendiagnosa infeksi dan menyarankan Susan untuk meminta bantuan salah seorang rekannya yang mengkhususkan diri dalam dermatologi. Sayangnya, dokter sedang berlibur.

Dia menunggu selama dua minggu dan akhirnya bisa menemui dokter tersebut.

Sayangnya, kehidupan berubah saat pengangkatan perban. Betapa kagetnya Susan McKinley, setelah ia membuka perban, mereka menemukan larva tumbuh dan menggeliat dalam pori-pori dan luka payudaranya.

Apa yang dia tidak tahu adalah bahwa lubang pada kenyataannya, lebih dalam daripada yang diperkirakan, karena larva tersebut yang makan dari lemak, jaringan, dan bahkan kanal susu dari payudaranya.

Ternyata ruam pada payudaranya disebabkan adanya infeksi bakteri pada pakaian dalam yang dipakai setelah dibelinya tanpa dicuci terlebih dahulu.
Pakaian kami dibuat di berbagai negara di seluruh dunia. Mereka dikumpulkan dalam kotak dan dipegang melalui banyak tangan dan pertukaran sebelum kita membelinya untuk diri kita sendiri.

KAMI TIDAK TAHU PARASIT APA DI PAKAIAN KITA SAAT KITA MEMBELINYA.

Silakan biasakan dari mulai sekarang untuk mencuci pakaian Anda
.

Cerita HOAX Tentang Infestasi Larva Payudara Dari Pakaian Dalam dan Susan McKinlev




Sebelum Kita Bahas
Sebelum kita membahas bahwa isi pesan tersebut hanya HOAX belaka, kita tidak dapat mengabaikan isi kalimat terakhir memang perlu diperhatikan. Biar bagaimanapun kita tidak tahu pakaian yang beli itu sudah melalui berapa tangan, bahan kimia apa saja yang digunakan dan kotoran apa yang melekat disana meskipun baru. Jadi, mencuci pakaian yang baru kita beli sebelum memakainya itu PENTING.

Mari Kita Kembali ke Pembahasan Pesan
Peringatan dipesan mengklaim bahwa antropolog Susan McKinley mendapati ruam yang tidak biasa pada payudaranya setelah perjalanan ke Amerika Selatan. Menurut pesan di dalam ruam tersebut dokter kemudian menemukan bahwa larva yang hidup tumbuh di payudara.

Namun, ruam payudara "foto" hampir pasti palsu dibuat dengan menggabungkan dua atau lebih foto dalam program manipulasi grafis.Sebuah artikel tentang pesan pada Snopes.com, menunjukkan kesamaan yang kuat antara "ruam" dan kantong biji teratai. Gambar di bawah ini jelas menggambarkan kesamaan ini: 

Bagian dari Gambar Payudara Ruam 

Close up dari Kanting Biji Lotus


 Lebih Lotus KANTONG BIJI 


Meskipun larva masuk ke payudara adalah mungkin (seperti dibahas di bawah), namun gambar asli dari infestasi tersebut tak memiliki kemiripan dengan ruam yang seharusnya digambarkan dalam pesan. 

Dengan kasus payudara beruam hingga ada larva tidak memungkinkan lukanya rapi dan bersih seperti itu.
Bahkan, saya tidak bisa menemukan foto asli dari kondisi yang benar bila ada larva tumbuh di dalam payudara. Jika benar, seperti ruam payudara yang tidak biasa pasti akan telah diterbitkan dalam jurnal medis dan situs bersama dengan informasi lebih lanjut tentang kondisinya dan itu akan menjadi news Internasional di bidang kesehatan karena merupakan hal yang langka.

Selain itu, informasi mengenai seorang antropolog bernama "Susan McKinley" tidak jelas. Tampaknya kemungkinan bahwa kisah pertemuan ini ilmuwan malang dengan beasties seperti payudara jahat adalah karya fiksi semata-mata. 
Snopes.com mencatat bahwa gambar itu dipublikasikan secara online dalam konteks lain sejak 2003 dan kemudian dikaitkan dengan infestasi larva jelas dan "Susan McKinley".

Beberapa pesan versi lain juga menyertakan foto dikaitkan dengan Michael BOHNE, yang seharusnya menunjukkan beberapa larva yang diambil dari payudara penuh. Namun, pencarian Internet pada nama fotografer tesb mengungkapkan bahwa foto yang sama ditampilkan pada situs Gambar Kehutanan dan menggambarkan larva dari kumbang longhorned Asia. Dengan demikian, gambar ditambahkan hanya untuk meningkatkan nilai kejutan yang dirasakan dari pesan peringatan.

Versi lain dari pesan juga termasuk grafis video yang seolah-olah menggambarkan larva yang dihapus dari payudara "Miss McKinley".Meskipun video tersebut asli, ia tidak memiliki hubungan apapun dengan gambar ruam payudara atau klaim palsu yang dibuat dalam pesan. Video ini awalnya diterbitkan online sebagai bagian dari Bedah 2004 BMC artikel jurnal , yang menggambarkan kasus myiasis Furuncular dari payudara yang disebabkan oleh larva dari lalat Tumbu (Cordylobia anthropophaga). Pasien dalam video tersebut pada kenyataannya merupakan 70 tahun wanita yang tinggal di Nigeria yang memiliki empat belas larva dihapus dari payudara kanannya.Rekaman video menunjukkan tidak ada bukti dari biji teratai-seperti ruam dan itu jelas tidak menggambarkan wanita yang sama ditampilkan dalam pesan gambar tipuan. (Video ini tersedia untuk dilihat melalui link di dalam artikel Bedah BMC ).

Ternyata
Telur Cordylobia anthropophaga dapat tersimpan dalam tanah atau pakaian basah dan kotor yang dijemur, dan penting menjaga kebersihan dengan baik dan setrika pakaian sebelum memakai sebagai tindakan pencegahan yang efektif terhadap infestasi.Sementara telur dapat hadir dalam pakaian kotor, kehadiran mereka di merek baru, toko membeli pakaian tampaknya cukup tidak mungkin. 

Salah satu jurnal mencatat: 
C. anthropophaga adalah lalat besar kuning kecoklatan yang kuat ditemukan secara luas di seluruh Afrika tropis. Itu deposito 100-300 telur di tanah tercemar dengan kotoran hewan atau pakaian jenuh dengan keringat dan popok kotor.Setelah menetas, larva dapat tetap hidup selama tujuh sampai dua puluh hari, sementara melekat pada pakaian yang terkontaminasi atau tanah. Pada kontak dengan kulit manusia atau vertebrata lain mereka dengan mudah menembus kulit.

Mengingat modus penularan dijelaskan, pakaian lusuh yang sudah tua yang telah secara langsung terkena lalat dan buruk dicuci mungkin jauh lebih mungkin untuk menjadi pelabuhan larva daripada pakaian baru dan unworn dibeli di toko.

Namun, saya tekankan sekali lagi bahwa ada pesan penting dari broadcast hoax tersebut.
Yang mengatakan, saran pesan untuk mencuci pakaian baru sebelum memakai mereka adalah bukan tanpa jasa . Pakaian baru sering memiliki selesai kimia yang dirancang untuk membuat pakaian terlihat dan bau lebih baik di toko atau mencegah jamur atau kontaminasi hama selama pengiriman. Bahan kimia ini dapat menyebabkan iritasi kulit pada beberapa orang. Kemungkinan pabrik atau kontaminasi gudang oleh serangga atau binatang pengerat dan penanganan higienis oleh pembeli lain. Alasan lebih lanjut untuk mencuci pakaian baru sebelum memakai, khususnya yang berkaitan dengan bayi atau orang-orang dengan alergi atau kulit sensitif.

Secara keseluruhan, bagaimanapun, ini "peringatan" pesan berisi informasi palsu dan tidak berdasar dan meneruskannya kepada orang lain akan menimbulkan tujuan yang tidak baik.

Sebuah persetujuan tertulis diperoleh dari pasien mengenai publikasi rincian pasien.

Figure 1












Furuncular lesi payudara dengan beberapa sinus yang mengandung larva lalat Tumbu.

Figure 2













Salah satu sinus setelah ekstraksi Larva tersebut.



References
Gursel M, Aldemir OS, Ozgur Z, Ataoglu A. A rare case of gingival myiasis caused by Diptera (Calliphoridae) J Clin Periodontol. 2002;29:777–80. [PubMed]
Veraldi S, Brusasco A, Suss Cutaneous myiasis caused by larvae of Cordylobia anthropophaga (Blanchard) Int J Dermat. 1993;32:184–182. [PubMed]
Snopes: Payudara Rash 
 http://www.flickr.com/photos/petrichor/86300181/
http://www.snopes.com/photos/medical/breastrash.asp
HAX-Slayer.com


6/10/2013

Cara Memakai Kondom Wanita

Kondom wanita adalah kondom yang dirancang khusus untuk digunakan oleh perempuan yang berbentuk tabung silinder yang dimasukkan ke dalam alat kelamin atau kemaluan prempuan.

Kondom wanita berfungsi sama seperti kondom yang lainnya yaitu untuk mencegah kehamilan dan mengurangi resiko penyakit menular seksual. Kondom khusus kaum perempuan tersebut memiliki dua ujung di mana ujung yang satu yang dimasukkan ke arah rahim tertutup dengan busa untuk menyerap sperma dan ujung yang lain ke arah luar terbuka.

Cara kerja kondom wanita sama dengan cara kondom lelaki, yaitu mencegah sperma masuk ke dalam alat reproduksi wanitaManfaat, keterbatasan maupun efek samping yang ditimbulkan kondom wanita, hampir sama dengan kondom lelaki. Tingkat efektifitas kondom wanita akan tinggi, apabila cara menggunakannya benar. Namun, hati-hati dalam pemakaian karena bisa saja kondom wanita robek.

Bahan kondom terbuat dari polyurethane atau latex dengan dua buah cincin pada masing-masing ujungnya yang berfungsi sebagai rangka. Lebih mudah dipasangkan oleh dirinya sendiri.

Adapun cara pemakaian kondom wanita, adalah sebagai berikut:


1. Buka kemasan kondom secara hati-hati dari tepi, dan arah robekan ke arah tengah. Jangan menggunakan gigi atau benda tajam saat membuka kemasan. Karena dapat menimbulkan robek pada kondom

Cara Memakai Kondom Wanita




 2. Sebelum hubungan seksual, perhatikan kondom wanitaKondom wanita punya ring yang lebar (outer ring) untuk bagian luar dan ring yang kecil (inner ring) untuk bagian dalam.


kondom wanita



3. Ujung yang tertutup di bentuk lonjong pipih atau bisa juga angka delapan dengan salah satu jari-jari tangan.
Pegang inner ring kondom, lalu tekan dengan ibu jari pada sisi ring, dan dengan jari lain pada sisi yang berseberangan, kemudian tekan sehingga sisi ring yang berseberangan akan bersentuhan dan bentuk inner ring menjadi lonjong.



4. Atur posisi yang nyaman. Posisi dapat dilakukan secara berdiri satu kaki di atas kursi, jongkok maupun berbaring.


5. Masukkan inner ring ke dalam vagina dengan hati-hati. 



6. Tangan yang lain membuka bibir vagina dan yang memegang ujung kondom yang tertutup memasukkan ke dalam lubang kemaluan. 
Setelah cincin masuk ke dalam vagina, tangan yang satu memasukkan jari ke dalam kondom untuk mendorong agar inner ring kondom bisa masuk seluruhnya. Usahakan cincin yang di dalam menghadap langsung ke arah mulut rahim.


7. Pastikan kondom jangan sampai berputar, dan outer ring (ring yang besar) tetap berada di luar. Rapihkan cincin bagian luar yang terbuka di bibir vagina. Kondom siap dipakai untuk berhubungan badan suami istri



8. Pada saat melakukan hubungan seksual, berikan sedikit minyak pelicin pada penis atau bagian dalam kondom. Bantu penis masuk ke dalam kondom agar letak kondom tidak berubah-ubah acak.


9. Pasca Coitus, untuk melepasnya tinggal dicabut pelan-pelan dengan cara memutar bagian outer ring dan lapisan bagian cincin yang luar ditekan agar air mani tidak berantakan kemana-mana. Lalu keluarkan kondom secara hati-hati.





10.  Buang kondom bekas pakai ke tempat yang aman (tempat sampah). Jangan buang di toilet.




Resouce
avert.org/female-condom.htm
health.state.ny.us/publications/9571.pdf