6/13/2012

Perilaku dan sosial budaya yang berpengaruh pada pelayanan kebidanan komunitas


PERILAKU DAN SOSIAL BUDAYA PADA SAAT HAMIL,PERSALINAN,NIFAS   DAN BBL

1.      Hamil

a.       Perilaku sosial budaya masyarakat selama kehamilan
1)      Upacara-upacara yang dilakukan untuk mengupayakan keselamatan bagi janin
2)      dalam prosesnya menjadi bayi hingga saat kelahirannya adalah upacara mitoni,
3)      procotan dan brokohan.
4)      Mengidam, dikotomi panas dingin
5)      Larangan masuk hutan
6)      Pantangan keluar waktu maghrib
7)      Pantangan menjalin rambut karena bisa menyebabkan lilitan tali pusat.
8)      Pantangan nazar karena bisa menyebabkan air liur menetes terus.
b.      Peran bidan terhadap perilaku selama hamil
1)      KIE tentang menjaga kehamilan yaitu dengan ANC teratur, konsumsi makananbergizi, batasi aktifitas fisik, tidak perlu pantang makan.
2)      KIE tentang segala sesuatu sudah diatur Tuhan Yang Maha Esa, mitos yang tidakbenar ditinggalkan.
3)      Pendekatan kepada tokoh masyarakat untuk mengubah tradisi yang negatif atauberpengaruh buruk terhadap kehamilan.

2.      Persalinan
a.       Perilaku sosial budaya selama persalinan
1)      Bayi laki – laki adalah penerus keluarga yang akan membawa nama baik.
2)      Bayi perempuan adalah pelanjut atau penghasil keturunan.
3)      Memasukkan minyak ke dalam vagina supaya persalinan lancar.
4)      Melahirkan di tempat terpencil hanya dengan dukun.
5)      Minum air akar rumput fatimah dapat membuat persalinan lancar.

b.      Peran bidan di komunitas terhadap perilaku selama persalinan
1)      Memberikan pendidikan pada penolong persalinan mengenai tempat persalinan,proses persalinan, perawatan selama dan pasca persalinan.
2)      Memberikan pendidikan mengenai konsep kebersihan baik dari segi tempat danperalatan.
3)      Bekerja sama dengan penolong persalinan (dukun) dan tenaga kesehatan setempat.

3.      Nifas dan Bayi Baru Lahir
a.       Perilaku sosial budaya yang mempengaruhi masa nifas dan bayi baru lahir.
1)      Pantang makan ikan, pedas, asin.
2)      Tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari karena bisa sawan
3)      Tidak boleh makan terong bisa membuat bayi panas dingin
4)      Minum jamu dapat memperlancar ASI
5)      Upacara adat : brokohan, sepasaran, selapanan.
6)      Menaruh ramuan pada tali pusat
7)      Khitan yang dilakukan pada bayi laki – laki dan perempuan.
b.      Peran bidan di komunitas terhadap perilaku masa nifas dan bayi baru lahir.
1)      Kie perilaku positif dan negatif.
2)      Memberikan penyuluhan tentang pantangan makanan selama masa nifas dan
menyusui sebenarnya kurang menguntungkan bagi ibu dan bayi.
3)      Memberikan pendidikan tentang perawatan bayi baru lahir yang benar dan tepat, meliputi pemotongan tali pusat, membersihkan/memandikan, menyusukan (kolostrum), menjaga kehangatan.
4)      Memberikan penyuluhan pentingnya pemenuhan gizi selama masa pasca bersalin, bayi dan balita.



Perilaku dan sosial budaya yang berpengaruh pada pelayanan kebidanan komunitas
From : Catatan Kuliah Bidan Diah

+ komentar + 3 komentar

Anonymous
June 14, 2012 at 1:14 AM

:))

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di Perilaku dan sosial budaya yang berpengaruh pada pelayanan kebidanan komunitas
February 17, 2014 at 6:00 AM

makasih buat referensinya :)

Terimakasih Sri Sulastri atas Komentarnya di Perilaku dan sosial budaya yang berpengaruh pada pelayanan kebidanan komunitas
February 17, 2014 at 6:05 AM

makasih buat referensinya :)

Terimakasih Sri Sulastri atas Komentarnya di Perilaku dan sosial budaya yang berpengaruh pada pelayanan kebidanan komunitas

Post a Comment